NADIKABAR.COM — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting dengan empat lokasi utama berhasil dipetakan sebagai fokus utama pemadaman.

Dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu, Menhut Raja Juli Antoni mengatakan dari hasil pemetaan menggunakan drone thermal terdapat empat medan utama yang harus dihadapi dalam upaya memadamkan api di Tanjung Puting yang berada di Kalimantan Tengah, yaitu wilayah Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta area Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.

"Dari banyak titik api yang tersebar di Tanjung Puting, pakai drone thermal kita bisa identifikasi ada empat battleground atau ada empat titik di mana kita harus bertarung melawan api,” kata Menhut Raja Antoni di Pangkalan Bun, Kalteng pada hari ini.

Pemetaan titik-titik api yang menjadi fokus penanganan dilakukan saat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan relawan memperkuat upaya pemadaman di wilayah konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.

Disampaikan usai rapat bersama para pihak terkait upaya pemadaman di Pangkalan Bun, dia mengatakan kawasan Pesalat menjadi salah satu prioritas karena lokasinya sangat dekat dengan feeding area atau area makan orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus).

Untuk mencegah api meluas, pemerintah menyiapkan penambahan sumur bor. Berdasarkan pemetaan, dibutuhkan sekitar 30 sumur bor untuk membantu upaya pemadaman.

Selain itu, sekitar 160 personel pasukan darat akan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan alat berat untuk membuat sekat bakar dengan mempertimbangkan kondisi dan kedalaman gambut.

"Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti," ujarnya.

Untuk lokasi lain, pasukan darat juga akan diperkuat di Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Bawung dan Tanjung Rengas. Sebagian personel akan dipersiapkan untuk tinggal di lapangan selama sekitar satu pekan agar operasi dapat berjalan tanpa harus bolak-balik dari lokasi pemadaman.

Menhut menegaskan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat terus bekerja untuk menangani karhutla di Tanjung Puting.

"Insyaallah pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat, tidak cuci tangan, tidak lepas tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan untuk kita lakukan, kita lakukan," demikian Raja Juli Antoni.