Dirinya juga menyoroti pentingnya diplomasi infrastruktur untuk memperkuat kemitraan antarnegara, menarik investasi produktif, mendorong transfer teknologi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

"Diplomasi yang kuat harus didukung kapasitas nasional yang kuat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing bukan hanya agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa," katanya.

AHY menegaskan kemandirian Indonesia dalam menghadapi rivalitas geopolitik dan geoekonomi global harus dibangun dari kekuatan domestik.

Pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, energi, air, dan pemerataan kewilayahan, katanya, ditempatkan sebagai fondasi strategis kedaulatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.