Tata menegaskan penanganan karhutla menjadi perhatian Presiden Prabowo. Pemerintah, kata dia, terus mengerahkan personel dan berbagai peralatan untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah.
"Seperti yang kita ketahui bersama bahwa jumlah personel yang diturunkan itu untuk enam provinsi sudah sangat banyak, ya, sekitar 60 ribu personel, dan juga berbagai aset, ya, seperti helikopter, pesawat, itu jumlahnya juga cukup besar, ya, untuk melakukan water bombing, untuk melakukan rekayasa cuaca," ujarnya.
Selain itu, Tata menyinggung upaya penanganan polusi kabut asap lintas batas melalui ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC). Dia mengatakan Indonesia telah melaporkan perkembangan penanganan karhutla secara berkala melalui mekanisme tersebut.