"Melalui shopping tourism ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belanja yang berkesan, meningkatkan pengeluaran wisatawan, serta memperluas manfaat ekonomi bagi desainer, perajin, UMKM, dan masyarakat lokal," kata dia.

Industri busana sopan di Indonesia, katanya, juga memiliki prospek yang menjanjikan. Mengutip data Statement of the Global Islamic Economy Report 2024-2025, negara mencatatkan kinerja unggul dalam sektor busana sopan, sementara belanja konsumen Muslim global untuk fesyen diproyeksikan mencapai 433 miliar dolar AS pada tahun 2028.

"Peluang ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas pengakuan internasional terhadap karya desainer dan jenama Indonesia, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya serta destinasi pariwisata kita," ujar Widiyanti.

"Keberhasilan event juga tercermin dari manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Baik dulu sekalian, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai global modest fashion hub," tambah Widiyanti.