"Nah, kita tahu bahwa Bapak Presiden concern dengan persoalan sampah ini. Kita juga punya populasi yang cukup besar, 280 juta, terutama masalah sampah di kota-kota besar," tutur dia.
Iftitah mengatakan Indonesia perlu belajar dalam pengolahan sampah menjadi energi ini. Menurutnya, dibutuhkan beberapa tahun bagi Sanfeng Environment untuk mengembangkan teknologi ini.
"Nah, sekali lagi sebetulnya kalau saya tangkap ya, tadi saya tanya kepada salah satu pimpinannya bagaimana dia belajar tentang waste to energy ini, tidak ada jalan lain kecuali melalui pendidikan. Mereka semua belajar ke Jerman bertahun-tahun. Ada butuh proses, meskipun mereka mulai sejak tahun 1998. Nah, kalau misalkan hasilnya sekarang luar biasa, itu karena pada titik tertentu ada percepatan," katanya.
Iftitah mengatakan pemerintah hingga masyarakat harus berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah sampah. Selain itu, juga dibutuhkan ilmu pengetahuan dan inovasi.
"Jadi ketika pejabat pemerintahannya itu mengerti persoalan yang nyata, bagaimana inovasi pengetahuan dan teknologi itu bisa menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat, bertemu dengan persiapannya masyarakat sendiri dalam konteks nanti para pekerjanya. Nah, inilah hasilnya yang luar biasa yang terbentuk dalam ekosistem," katanya.