NADIKABAR.COM — Pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Pengalaman pendidikan internasional dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas wawasan sekaligus memperkuat identitas dan akhlak.
Salah satu wujud pengalaman pendidikan Islam berwawasan internasional tercermin dalam hubungan Indonesia dan Mesir. Kedua negara ini memiliki sejarah yang panjang dan penting untuk terus dikembangkan.
Gagasan pengembangan pendidikan Islam ini mengemuka dalam International Fellowship 2026 bertajuk 'Embracing the Future of Islamic Education' di SMP Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama, Bekasi, Jawa Barat pada 29 September 2026 yang dihadiri perwakilan lembaga pendidikan dan keislaman dari Mesir, Ahmad Nabawi dan Asma El Zeiny. Sekolah ini berada di bawah pengelolaan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai (YWAM).
Kerja sama Indonesia-Mesir dalam dunia pendidikan termasuk pertemuan akademik, pelatihan, serta peluang bagi pelajar Indonesia memperoleh pengalaman belajar di Mesir dalam jangka waktu tertentu, perlu dikembangkan. Oleh sebab itu kunjungan delegasi Mesir ke SMP Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama menjadi momentum pintu masuk pelajar Indonesia mendapat peluang untuk mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan dan tradisi keilmuan Al-Azhar.