NADIKABAR.COM — Tidak lengkap rasanya berkunjung ke China jika tidak menyusuri Tembok Besar. Tembok yang menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini membentang dari Shanhaiguan di bagian timur hingga Jiayuguan di bagian barat.
NadiKabar berkesempatan mengunjungi Tembok Besar China pada Selasa (13/10/2026). Berangkat dari pusat kota Beijing, perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit menuju Tembok Besar di bagian Badaling, Distrik Yanqing, yang berjarak sekitar 70 km di sebelah barat laut Beijing.
Perjalanan dari pusat kota Beijing ke Badaling menyuguhkan pemandangan pegunungan. Sejumlah terowongan juga dilewati selama perjalanan.
Setibanya di pintu masuk Tembok Besar Badaling, pengunjung bisa langsung membeli tiket masuk seharga 40 yuan atau sekitar Rp 90 ribu. Bagi wisatawan mancanegara, paspor perlu disiapkan untuk pembelian tiket.
Selanjutnya, pengunjung diarahkan naik tangga atau dapat menggunakan eskalator ke arah stasiun kereta kabel (funicular). Sekitar 5 menit naik kereta menyusuri lereng gunung, pengunjung akan tiba di tangga pertama Tembok Besar Badaling.
Cuaca di lokasi cerah berawan siang ini, sejuk cenderung dingin dengan suhu 16°C. Karena berada di area pegunungan, angin di lokasi berembus cukup
Suasana pengunjung di Tembok Besar ini tidak begitu ramai. Tampak pengunjung yang datang bersama rombongan hingga keluarga.
Tangga-tangga di Tembok Besar ini membentang di sepanjang lereng pegunungan dengan beberapa menara berdiri kokoh di sepanjang jalurnya.
Para wisatawan tampak berfoto-foto untuk mengabadikan momen. Ada pula yang sekadar menyusuri area Tembok Besar.
Tembok Besar ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1987. Dilansir dari situs resmi Pemerintah Beijing, Tembok Besar dibangun secara bertahap sejak abad ke-3 Sebelum Masehi (SM) hingga abad ke-17 Masehi.
Tembok Besar membentang dari Shanhaiguan di Provinsi Hebei di sebelah timur hingga Jiayuguan di Provinsi Gansu di sebelah barat. Total panjang Tembok Besar ini mencapai lebih dari 21.000 kilometer.
Bagian Tembok Besar yang paling populer dikunjungi adalah Badaling, yang terletak di barat laut Beijing dan merupakan jalur lintas di Pegunungan Jundu. Jalur Tembok Besar Badaling membentang ke berbagai arah, sehingga dinamakan Badaling, yang secara harfiah berarti 'mencapai segala arah'.
Tembok Besar Badaling terletak di punggung bukit bagian utara Celah Guangou. Di lokasi ini, dua puncak gunung saling berhadapan dengan celah di antara keduanya, menjadikannya posisi yang sangat strategis. Karena letaknya yang penting secara militer, Badaling pernah menjadi medan pertempuran sekaligus benteng pertahanan.
Pada masa Dinasti Ming, tembok ini dibangun kembali dan dikembangkan menjadi sistem pertahanan militer yang lebih kompleks, bukan sekadar tembok pembatas. Jalurnya melintasi sejumlah wilayah, termasuk Ningxia, Shaanxi, Shanxi, dan Hebei, lengkap dengan pembangunan banyak gerbang pertahanan dan tembok pendek di titik-titik strategis.
Sejak masa Dinasti Qing, kondisi Tembok Besar Badaling mulai terbengkalai. Menara-menara pertahanan di sebelah barat gerbang kota mengalami kerusakan parah. Setelah pemerintah pusat memutuskan untuk melakukan pemugaran, Tembok Besar Badaling telah beberapa kali diperbaiki guna melestarikan nilai sejarah dan warisan budaya.
Selain Badaling, Tembok Besar China juga memiliki beberapa titik populer lainnya yang sering dikunjungi wisatawan, yakni Mutianyu, Simatai, Jinshanling, dan Jiankou.