NADIKABAR.COM — Vokalis band D' Uncle, Meutia Daud Tenenbaum atau yang akrab disapa Mety, telah berulang tahun yang ke-65. Momen itu dirayakan secara spesial.

Mety Daud menyewa salah satu restoran di kawasan Gandaria, Jakarta untuk berpesta. Mengusung konsep Hollywood Oscar Glamour, perayaan ini dirancang layaknya malam penghargaan bergengsi lengkap dengan karpet merah, musik, serta deretan tamu dari kalangan dunia hiburan dan relasi.

Beberapa artis turut meramaikan ulang tahun Mety, seperti Lita Zen, Thomas Djorghi, Mongol, Ermy Kullit, Machica Mochtar, hingga Tessa Kaunang.

Bagi Mety Daud, momentum perayaan ulang tahun merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan hidup dan kebersamaan dengan orang-orang terdekat. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari perayaan tersebut terletak pada kehadiran para sahabat dan keluarga, bukan sekadar kemewahan pesta.

"Yang paling penting bukan sekadar pesta atau kemewahannya, tetapi bisa berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi dan menikmati malam bersama," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Acara ini sekaligus menjadi ajang reuni bagi para sahabat, musisi, dan figur publik yang dekat dengan perjalanan Mety. Sebagai sosok yang dikenal di kalangan komunitas Indonesia di Amerika Serikat, ia bersama D' Uncle sebelumnya aktif tampil mempereat kebersamaan warga Indonesia di perantauan lewat musik.

Dalam kesempatan itu, Mety Daud berbicara soal grup musiknya yang masih aktif sampai sekarang. Ia menyebut D' Uncle memang harus ada untuk melepas rasa rindu terhadap lagu-lagu Indonesia.

"Tujuannya D' Uncle untuk membuat masyarakat Indonesia seperti, karena mereka rindu Indonesia jadi, mereka rindu dangdut, rindu semuanya. Itu hanya D' Uncle yang bisa menyediakan itu, karena dengan dana kita sendiri, dengan uang kita, karena mereka tidak punya uang sama sekali. Anda tahu, seperti Filipina mereka memiliki komunitas sendiri, Taiwan mereka memiliki komunitas sendiri, Tiongkok, Singapura, Malaysia, Indonesia tidak ada apa-apanya," tuturnya.

Lalu Mety mengirim pesan ke pemerintah terkait musik Indonesia agar mendunia. Ia memastikan setiap ada acara terkait Tanah Air bakal ramai terus.

"Iya, sebenarnya banyak ya musisi Indonesia mau ke sana, cuman mereka butuh sponsor. Sponsornya enggak ada. Di mana pemerintah, di mana uangnya, ayolah," katanya.