NADIKABAR.COM — Sebuah mobil Suzuki Carry Futura yang mengangkut 900 liter minyak tanah terbakar setelah mengalami percikan api dari bagian knalpot di Jalan Angkasa Nomor 1, Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim).

"Berdasarkan keterangan dari sopir (driver), mobil yang terbakar tersebut berisikan 30 jerigen (1 jeriken berisi 30 liter, total berisikan minyak tanah 900 liter," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika mobil yang dikemudikan Kristiantoro Nugroho melaju dari arah bandara menuju kawasan Kebon Pala.

"Pengemudi melihat percikan api dari arah knalpot mobil sehingga panik dan menabrakkan kendaraannya ke tiang lampu penerangan jalan yang berada di depan Gereja Oikoumene," jelas Made.

Berdasarkan laporan yang diterima personel Polsek Makasar, kebakaran tersebut kemudian ditangani petugas pemadam kebakaran.

Made menyebut, awalnya sekitar pukul 16.50 WIB, personel Polsek Makasar menerima laporan dari warga mengenai adanya mobil terbakar yang menabrak tiang lampu penerangan jalan di Jalan Angkasa, Kelurahan Halim Perdanakusuma.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat petugas kepolisian tiba, api yang membakar kendaraan tersebut telah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB setelah petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Lima unit tersebut terdiri atas dua unit dari TNI Angkatan Udara dan tiga unit dari petugas pemadam kebakaran kawasan Kebon Pala," ujar Made.

Penyebab pasti munculnya percikan api masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Setelah api berhasil dipadamkan, pengemudi beserta kendaraan yang terbakar kemudian dibawa dan diamankan ke Satuan Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Satpom TNI AU).

Kepolisian mencatat satu unit mobil Suzuki Carry Futura dengan nomor polisi yang belum dapat diidentifikasi mengalami kebakaran.

Sementara itu, nilai kerugian akibat kejadian tersebut, termasuk kerusakan kendaraan dan muatan minyak tanah, belum dapat diperkirakan.