NADIKABAR.COM — Kepala BRAN, Jenderal Dedi Prasetyo melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyaraka (PM) Abdul Muhaimin Iskandar.

Jakarta - Kepala BRAN, Jenderal Dedi Prasetyo melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyaraka (PM) Abdul Muhaimin Iskandar.

Bagi BRAN, keberhasilan reforma agraria tidak cukup diukur dari pembagian tanah atau penerbitan sertipikat. Tanah harus menjadi modal bagi rakyat untuk meningkatkan penghasilan, mengembangkan usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan keluar dari kemiskinan. (dok. istimewa)

Kepala BRAN menegaskan bahwa reforma agraria perlu dijalankan sebagai satu ekosistem yang menghubungkan akses terhadap tanah dengan pemberdayaan dan penguatan ekonomi. (dok. istimewa)

Untuk memastikan manfaat reforma agraria semakin tepat sasaran, BRAN mendorong integrasi data dan peta agraria dengan data kemiskinan. Kepala BRAN meminta dukungan Kemenko PM agar data kemiskinan dapat menjadi dasar penentuan wilayah prioritas sebelum redistribusi tanah dilaksanakan. (dok. istimewa)

Dalam pertemuan tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat menekankan pentingnya pemberdayaan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Ia juga menyambut positif paparan BRAN mengenai pengembangan ekosistem reforma agraria dan mendorong komunikasi berkelanjutan untuk menyelaraskan tugas kedua lembaga. (dok. istimewa)