Ia mengatakan, Perumnas mengoptimalkan pengembangan lahan seluas 2.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia melalui sejumlah strategi bisnis, termasuk pembangunan kawasan perumahan skala besar, pengembangan hunian berbasis transit-oriented development (TOD), dan revitalisasi kawasan hunian.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan investor dan pengembang swasta. Menurut Imelda, kolaborasi dengan berbagai mitra diperlukan untuk memperluas pasokan (supply) hunian di tengah masih tingginya backlog perumahan nasional.

Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Perumnas terhadap program pembangunan 3 juta rumah, mengingat penyediaan hunian tidak dapat hanya mengandalkan pendanaan pemerintah.

Sementara dari sisi permintaan (demand), Perumnas juga berupaya menjawab tantangan melalui berbagai program termasuk dengan menghadirkan kampanye “Sekarang Gampang Punya Rumah” untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.

“Jadi, saya senang sekali bersama dengan ANTARA. Kami ingin menyampaikan informasi ke publik bahwa Perumnas sekarang sudah bertransformasi,” kata Imelda.