NADIKABAR.COM β€” Platform pemutaran film daring Netflix dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawannya atau setara dengan enam persen dari total tenaga kerja perusahaan.

​Dilansir dari laporan Engadget pada Rabu (14/10) waktu setempat, langkah ini menjadi gelombang pemangkasan pekerja terbesar yang dilakukan Netflix sejak 2022, ketika perusahaan merumahkan sekitar 450 karyawan.

Keputusan tersebut diambil tak lama setelah Netflix batal mengakuisisi Warner Bros. pada awal tahun ini. Adapun total karyawan Netflix di seluruh dunia tercatat mencapai sekitar 16.000 orang pada tahun lalu.

Mereka menegaskan kondisi finansial perusahaan tetap kuat dan tumbuh sesuai proyeksi tahunan. Ke depan, Netflix akan terus berinvestasi secara agresif pada sektor-sektor berdampak besar untuk meningkatkan kualitas layanan, mendorong inovasi, serta memacu pertumbuhan bisnis.​Meskipun Netflix kalah bersaing dari Paramount Skydance dalam perebutan akuisisi Warner Bros. dan sempat menaikkan harga langganan bagi pengguna pada awal tahun, pendapatan perusahaan yang mencapai 45,2 miliar dolar AS pada 2025 menunjukkan bahwa kondisi bisnisnya tetap stabil.

Platform tersebut juga terus memperluas jangkauan layanannya di luar film dan acara televisi, termasuk merambah ke industri gim, siniar (podcast), hingga penyiaran siaran langsung acara olahraga dalam beberapa tahun terakhir.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha