Berton menjelaskan, lahan gambut tersusun atas tumpukan material organik tebal yang kaya akan gas metana. Ketika terjadi kebakaran, area permukaan mungkin terlihat sudah padam, tetapi bara api terus merayap di bawah tanah.
"Saat lapisan organik di dalam tanah habis terbakar, struktur tanah di atasnya melesak dan membentuk rongga atau lubang yang mengeluarkan asap serta pijar api. Sifatnya yang tersembunyi dan minim radiasi panas tinggi di permukaan membuat api bawah tanah ini sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau hotspot biasa," jelasnya.
Berton mengatakan pihaknya melakukan pemadaman total dengan menyuntikkan air ke dalam lapisan bawah lahan. Jika memungkinkan, petugas juga akan memaksimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk melakukan pemadaman.