Ia menjelaskan kegiatan edukasi tersebut menyasar mulai dari masyarakat umum, pemuda, perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga kalangan profesional.
Selain itu, edukasi juga menjangkau petani, nelayan, karyawan, tenaga kerja Indonesia (TKI) atau calon TKI, serta penyandang disabilitas.
Menurut dia, edukasi keuangan terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari berbagai risiko.