NADIKABAR.COM β€” Ombudsman Republik Indonesia meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk melihat kondisi infrastruktur dan penyelenggaraan pelayanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, Rabu.

Anggota Ombudsman RI Radian Syam mengatakan, hasil pengamatan awal menunjukkan fasilitas Sekolah Rakyat di Trenggalek telah memiliki bangunan permanen dan dinilai layak untuk mendukung kegiatan pendidikan.

β€œSejauh yang saya lihat, ditambah penjelasan secara terperinci dari Pak Bupati, ini cukup luar biasa. Bangunannya permanen dan sudah layak, sehingga anak-anak bisa merasakan manfaat dari program prioritas Presiden,” kata Radian, didampingi Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beserta jajaran pemerintah daerah.

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat progres pembangunan sekaligus memastikan program pendidikan tersebut memberikan manfaat bagi para siswa.

Radian menjelaskan Ombudsman memiliki peran dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.

Apabila ditemukan persoalan atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan layanan, lembaga tersebut dapat memberikan rekomendasi perbaikan kepada penyelenggara.

β€œDalam konteks Sekolah Rakyat di Trenggalek, dari yang saya lihat, pelaksanaannya sudah sesuai dengan apa yang dikerjakan Pak Bupati bersama jajarannya,” ujarnya.

Ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya meninjau langsung fasilitas Sekolah Rakyat sejak dilantik sebagai anggota Ombudsman RI pada 1 Oktober 2026.

Radian berharap pemerintah daerah terus mendukung penyelenggaraan pendidikan serta merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurut dia, Sekolah Rakyat memiliki tujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum memperoleh kesempatan bersekolah maupun mereka yang terpaksa putus sekolah.

β€œHarapan kami, pemerintah daerah terus mendukung dan menjaga investasi negara ini. Tujuan Sekolah Rakyat sangat baik, yaitu menjangkau anak-anak yang sebelumnya belum bisa sekolah atau putus sekolah agar mereka kembali memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan,” katanya.