NADIKABAR.COM — Operasi kanker paru-paru yang dijalani Paus Leo XIV berhasil terlaksana, kata Vatikan pada Rabu, sembari memastikan sang pemimpin Gereja Katolik dapat melewati malam dengan tenang setelahnya.
Paus berusia 71 tahun yang berasal dari Chicago, Amerika Serikat, dioperasi pada Selasa (12/10) untuk mengambil tumor jinak dari paru-parunya. Demi meningkatkan peluang pemulihan, bagian bawah paru-paru bagian kanan sang Paus juga diambil.
Menurut para ahli kesehatan, selama kondisi kesehatannya stabil, Sri Paus dapat meninggalkan rumah sakit dalam 5-6 hari.
Kakak sulung Paus Leo XIV, Louis Prevost, berkata telah menerima pesan soal kondisi adiknya yang membaik setelah operasi kankernya selesai.
"Saya menerima pesan dari orang kepercayaannya kalau dia telah keluar dari ruang operasi, sudah sadar, kondisinya baik, dan tidak kesakitan," kata Prevost kepada media AS NewsMax.
Sementara itu, ratusan umat Katolik berhimpun di Lapangan Santo Petrus dalam rangka Misa yang dipimpin oleh Kardinal Luis Antonio Tagle untuk menandai berakhirnya pertemuan "Amoris Laetitia".
Meski demikian, perhatian hadirin terpaku pada Sri Paus dan kondisi kesehatannya. Di Lapangan Santo Petrus, para hadirin hening dan masygul, tetapi dengan harapan mereka dapat segera kembali melihat Paus Leo XIV.
Di antara umat yang hadir di Lapangan Santo Petrus adalah tiga saudari asal Kolombia yang mengaku terus mendoakan sang Paus setiap harinya. Mereka bahkan mengunjungi rumah sakit tempat sang Paus dirawat, dengan harapan diperbolehkan membesuk.
"Kami di Roma untuk berlibur, tetapi kesehatan Sri Paus mengubah rencana kami. Sekarang, kami berdoa untuknya setiap hari dan berharap dapat segera melihatnya lagi," kata mereka.
Umat di Lapangan Santo Petrus tampak tenang dan yakin akan pemulihan sang Paus, terlebih setelah beredar informasi terbaru soal kondisinya saat ini. Mereka mengobrol untuk membahas kesehatan sang Paus serta mengungkapkan rasa dekat dan sayang mereka kepadanya.
"Kami berharap dapat segera melihatnya lagi" menjadi harapan yang ada di kalbu para umat.
Selain tiga saudari tersebut, hadir pula di Lapangan Santo Petrus pasangan suami-istri asal AS bersama putri mereka yang berusia tiga bulan. Bagi mereka, kunjungan ke Roma seharusnya menjadi peluang bagi mereka mempertemukan bayi mereka dengan Paus Leo XIV.
"Kami sedih karena kami sebenarnya berharap Sri Paus bisa menemui anak kami, tetapi tentu kesehatan saat ini jadi nomor satu," kata mereka, sembari berharap agar pemimpin Gereja Katolik itu dapat segera pulang dari rumah sakit.
Penerjemah: Nabil Ihsan