NADIKABAR.COM — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengatakan pelestarian arsip dan manuskrip menjadi bagian dari persiapan menyongsong lima abad Jakarta.

“Upaya menyongsong 500 tahun Jakarta tentunya dilakukan dengan mendorong ingatan kota melalui arsip dan manuskrip yang akan menjadi memori kolektif bangsa hingga dikukuhkan menjadi Memory of The World,” kata dia di Jakarta, Rabu.

Nasruddin mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menjaga rekam jejak kota agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan lintas generasi.

Dalam penguatan tata kelola kearsipan, sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) telah melaksanakan pemindahan arsip inaktif dengan retensi 10 tahun.

Saat ini, tercatat 19.081 arsip statis telah diserahkan oleh OPD dan BUMD di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kepada Dispusip.

Pemprov DKI terus berupaya menguatkan budaya literasi dan pelestarian sejarah Jakarta melalui kolaborasi perpustakaan, kearsipan, galeri seni, dan museum, salah satunya lewat perhelatan Festival Pustakarsa (Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra) di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Festival Pustakarsa 2026 menghadirkan pameran 12 naskah kuno yang telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 2025.

Selain pameran arsip dan naskah kuno, rangkaian Festival Pustakarsa 2026 mencakup Festival Literasi Jakarta yang menghadirkan seminar, lokakarya menulis, pameran komunitas, pertunjukan literasi, serta bazar buku berkualitas dengan harga terjangkau.

Festival juga menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku sastra melalui Penganugerahan Piala H.B. Jassin 2026 yang dijadwalkan menjadi bagian dari penutupan rangkaian kegiatan.

Nasruddin berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas literasi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga arsip, naskah kuno, dan karya sastra.