Wiyagus mendorong pembentukan tim Desa Siaga TBC untuk mempercepat penanganan wilayah yang teridentifikasi memiliki terduga maupun kontak erat TBC. Ia juga menekankan pentingnya peran camat dalam mengoordinasikan program tersebut bersama Posyandu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), akademisi, hingga tokoh masyarakat setempat.
"Datanya harus akurat, setelah diobati kita stressing lagi, kemudian jangan lupa kita harus disiplin dalam laporan," tutur Wiyagus.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak penting dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat. Semangat kolaborasi seperti saat penanganan pandemi COVID-19 tersebut perlu diterapkan kembali untuk memperkuat pencegahan dan penanganan TBC.