NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di daerah setempat.

"Santri merupakan generasi penerus bangsa, dan mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul, dan cek kesehatan ini juga untuk memberikan edukasi agar seluruh warga pesantren terbiasa hidup sehat," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau CKG di Pondok Pesantren Gunung Jati, Kecamatan Blimbingsari di Banyuwangi, Kamis.

Kegiatan CKG akan menyasar 28 ribu santri tersebar di 45 pondok pesantren di daerah itu, sedangkan pemeriksaan meliputi tekanan darah, hemogloin untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan mata, gigi, dan mulut, serta konsultasi kesehatan untuk mendiagnosa penyakit menular dan pengecekan penyakit tidak menular, seperti diabetes dan kolesterol.

Dia mengatakan CKG tersebut bagian komitmen pemerintah menjamin kesehatan warga, termasuk para santri.

Dalam kegiatan itu, tim medis juga memberikan edukasi kesehatan tentang pola hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, serta pengecekan sanitasi lingkungan pesantren.

Para santri maupun warga pesantren lainnya yang terindikasi mengalami masalah kesehatan langsung ditangani tim medis.

"Melalui program CKG diharapkan seluruh santri, ustadz ustadzah dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan, sehingga pesantren menjadi pusat pendidikan yang produktif, sehat dan berdaya saing," kata dia.

Ppemerintah daerah setempat akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

"Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat pembentukan akhlak, disiplin, dan kemandirian," kata Ipuk.

Pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Banyuwangi juga bakal diisi sejumlah kegiatan lainnya, di antaranya Festival Anak Sholeh, Santri Mengajar, Rembuk Santri, Pelatihan Masjid Affiliate, Santri Entrepreneure dan puncaknya upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.