NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengalokasikan anggaran Rp500 juta dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2026 untuk penanganan jalan Kapot-Batu Ampar di Kecamatan Siding guna mendukung aksesibilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal mengatakan, penanganan infrastruktur jalan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan di Kecamatan Siding, yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“Dukungan anggaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta menopang kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Syamsul Rizal saat membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatasan ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Siding, Selasa.

Ia mengatakan pembangunan di kawasan perbatasan membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam peningkatan infrastruktur, aksesibilitas, pelayanan publik, serta penguatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, program TMMD menjadi salah satu sarana untuk mempercepat pembangunan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

Pemkab Bengkayang mengapresiasi keterlibatan jajaran TNI, khususnya Kodim 1209/Bengkayang, yang turut mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program tersebut.

Syamsul Rizal menjelaskan, pembangunan melalui TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kecamatan Siding merupakan bagian dari kawasan perbatasan negara yang membutuhkan perhatian bersama. Melalui TMMD ini, kita berharap berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap melalui kerja sama dan gotong royong,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga desa-desa di Kecamatan Siding, untuk berpartisipasi aktif selama pelaksanaan program serta menjaga dan memelihara hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Wabup Rizal berharap pembangunan di kawasan perbatasan dapat berjalan bertahap sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan publik dan kegiatan ekonomi semakin baik.

Sementara itu, Komandan Kodim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda mengatakan, TMMD menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan akses transportasi, fasilitas umum, dan pelayanan dasar di wilayah terpencil.

“Kegiatan TMMD merupakan kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan jalan, pembangunan fasilitas umum, serta peningkatan akses transportasi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Aprianda.

Program TMMD kali ini katanya, mencakup sejumlah sasaran fisik, yakni pembukaan badan jalan, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), pembangunan sumur bor, serta pembangunan rumah layak tidak huni (RLTH). Kegiatan penanaman pohon juga menjadi bagian dari program tersebut.

Selain pembangunan fisik, TMMD turut melaksanakan kegiatan nonfisik melalui penyuluhan kepada masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan warga sekaligus mendukung pembangunan desa yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur.

Aprianda mengatakan, pelaksanaan TMMD juga menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan masyarakat melalui semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.