NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat melaksanakan job fair dengan menyediakan 1.282 lowongan kerja dalam rangka memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat membuka kegiatan job fair di Bencingah Agung Masmirah di Lombok Tengah, Rabu.

Kegiatan yang berlangsung hingga 16 Oktober 2026 itu menghadirkan 57 perusahaan dan pelaku usaha dari 13 kategori bidang usaha dengan menyediakan 1.282 lowongan pekerjaan.

"Pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja yang terus berkembang," katanya.

Bupati mengingatkan para pencari kerja agar tidak takut menghadapi persaingan dan tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan.

Menurutnya, dunia kerja modern tidak hanya mempertimbangkan ijazah formal, tetapi juga kompetensi profesional, etos kerja, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta penguasaan teknologi.

"Realisasi investasi di Kabupaten Lombok Tengah telah mencapai sekitar Rp7 triliun, melampaui target awal sebesar Rp3 triliun," katanya.

Bupati berharap penyelenggaraan job fair pada tahun-tahun mendatang dapat dipersiapkan lebih awal sehingga semakin banyak perusahaan yang terlibat dan semakin luas peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat.

"Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian informasi berbagai program ketenagakerjaan dan peningkatan kompetensi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Tengah Abdul Qodir menyampaikan penyelenggaraan job fair menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Berdasarkan infografik job fair, sektor perhotelan dan pariwisata mendominasi komposisi peserta dengan 24 entri atau 42,1 persen. Sektor keuangan, perdagangan, dan alih daya masing-masing mencatat enam entri atau 10,5 persen.

Sementara itu, perdagangan dan otomotif menyumbang lima entri atau 8,8 persen, disusul sektor jasa dan layanan telekomunikasi.

"Komposisi tersebut menunjukkan beragam peluang pekerjaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik lulusan baru maupun tenaga kerja berpengalaman," katanya.