Menurutnya, pemberian bantuan peralatan dilakukan setelah pelaku usaha mendapatkan pelatihan. Dinas Perindustrian juga melakukan pemantauan setiap tahun untuk memastikan bantuan dimanfaatkan dan usaha tetap berjalan.

Ia mengatakan usaha batik Elisabeth masih berjalan sehingga dinilai menunjukkan pemanfaatan bantuan yang baik. Pemerintah daerah berharap usaha tersebut terus berkembang dan menghasilkan produk yang memiliki ciri khas Papua.

Dinas Perindustrian berharap Elisabeth dapat mengembangkan motif batik yang terinspirasi dari kekayaan budaya dan identitas lokal, sehingga berpeluang melahirkan produk batik khas Nabire.

Ia menyebutkan, sebelum diberi bantuan produk batik Papua hasil karya Elisabeth telah dipasarkan melalui salah satu toko batik di Nabire.

“Ibu Elisabeth ini memang salah satu perempuan OAP yang sudah lama menggeluti dunia batik, dia awalnya membuat pakaian dari kulit kayu dan berkembang menjadi usaha batik. Ketekunan dan keuletan beliau membuat kita terus memberikan dukungan,” ujarnya.