NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Palembang menggalakkan warga di Ibu Kota Sumatera Selatan (Sumsel) itu melakukan aksi peduli membersihkan Sungai Musi dari sampah rumah tangga, pasar dan lainnya.
"Aksi Peduli Bersih Sungai Musi yang digagas warga dari berbagai komunitas dalam beberapa bulan terakhir perlu lebih digalakkan karena sangat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, di Palembang, Rabu.
Menurut dia, pihaknya memberikan apresiasi luar biasa karena kegiatan itu dinilai sejalan dengan program Palembang Belagak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya Sungai Musi yang menjadi urat nadi perekonomian kota.
Antusiasme yang tinggi membuat kegiatan tersebut menarik perhatian warga dari komunitas lainnya untuk turut serta dalam gerakan menjaga kebersihan sungai.
Dalam setiap aksi gotong royong membersihkan Sungai Musi, warga dari sejumlah komunitas hadir bersama-sama membersihkan bantaran dan aliran sungai dari sampah plastik, sisa kegiatan rumah tangga, serta tumbuhan air eceng gondok.
Kebersamaan dan semangat yang ditunjukkan juga membangkitkan semangat anak-anak Gen Z untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan alam.
"Saya sangat mengapresiasi gagasan yang dilakukan oleh warga dari sejumlah komunitas di Bumi Sriwijaya ini, dan mendorong untuk rutin melakukan kegiatan ini," ujarnya.
Dia menjelaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama untuk mengatasinya guna mewujudkan Kota Palembang bersih dan indah.
Berdasarkan data, Kota Palembang menghasilkan sampah sebanyak 1.000-1.200 ton per hari, bahkan jumlah tersebut bisa meningkat dua kali lipat saat momentum tertentu.
Untuk penanganan sampah jangka panjang, pihaknya menyiapkan sejumlah program strategis, salah satunya pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Keramasan yang Oktober 2026 mulai diuji coba.
"Selain itu, Pemkot Palembang juga mulai menggalakkan program satu bank sampah di setiap kelurahan," jelas Wali Kota Ratu Dewa.