NADIKABAR.COM — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun menjadi 9,21 persen, dari 9,48 persen pada Maret 2025. Jumlah penduduk miskin pun berkurang 81.250 orang, dari 3,37 juta menjadi 3,29 juta orang.

Pemprov Jateng juga telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan kemiskinan, salah satunya melalui pelibatan perguruan tinggi. Dari 123 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama, terdiri atas 49 perguruan tinggi pada 2025 dan 74 perguruan tinggi pada 2026.

Kolaborasi tersebut mencakup KKN tematik, pendampingan usaha, pendataan rumah tidak layak huni, penanganan stunting, hingga pengembangan teknologi desalinasi air.

"Keterlibatan kampus penting untuk memperkuat ketepatan sasaran program. Sebab, penanganan kemiskinan tidak cukup melalui bantuan sosial atau perbaikan rumah, tetapi juga harus menyentuh persoalan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi keluarga," ungkap Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).