NADIKABAR.COM — Polisi melakukan uji balistik terhadap dua selongsong peluru yang ditemukan usai insiden penembakan di kawasan Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata (Kampung Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu sore.

"Di TKP kita dapatkan dua proyektil peluru yang sudah tinggal selongsongnya, dan satu proyektil peluru yang masih utuh. Kita akan cek balistik peluru tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Polisi juga mengusut jenis senjata yang digunakan oleh sejumlah orang tak dikenal dalam penyerangan brutal tersebut.

"Peluru yang kita temukan, kita akan cek, akan cek senjata yang digunakan, ya. Kita belum bisa mengatakan di sini. Kita akan cek balistik peluru tersebut jenisnya apa, kemudian kalibernya berapa. Kita akan cek segera untuk mengetahui jenis senjata yang mereka gunakan," ujar Nasriadi.

Diketahui, sebanyak tiga orang terluka dalam aksi penembakan dan penikaman di kawasan Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata (Kampung Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu sore.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, tiga orang awalnya tengah bersantai di bantaran kali, lalu tiba-tiba didatangi lalu diserang oleh beberapa orang tak dikenal.

"Korban tiga orang. Kronologisnya adalah ketika korban tiga orang sedang bersantai di pinggir kali menikmati sore hari, tiba-tiba datang kendaraan, setelah itu turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api," kata Nasriadi kepada wartaan di Jakarta, Rabu.

Nasriadi mengatakan, insiden itu terjadi pasca penghancuran total lapak-lapak narkoba di kawasan Kampung Ambon yang dilakukan pada Selasa (13/10).

"Tepatnya di wilayah Cengkareng, berhadapan dengan Kampung Ambon atau Kompleks Permata, yang kemarin kita lakukan penggerebekan, kita lakukan pemusnahan barang bukti, dan kita melakukan penghancuran lapak," kata Nasriadi.

Dua dari ketiga korban, kata Nasriadi, mengalami luka sayatan senjata tajam, masing-masing pada bagian punggung dan lengan. Sementara satu korban lain tertambak senjata api pada bagian telinga.

"Ketiga korban dalam keadaan saat ini telah kita bawa langsung ke rumah sakit dalam proses perawatan, dan korban dinyatakan sehat, sadar, bisa menyampaikan kronologis kejadian," tutur Nasriadi.

Hingga kini, kepolisian masih memburu para pelaku sambil menyelidiki hubungan antara insiden penyerangan berdarah tersebut dengan pembongkaran lapak narkoba yang dilakukan kepolisian.

"Apakah ada hubungannya dengan peristiwa penggerebekan Kampung Ambon ini atau tidak ada, kita akan terus melakukan penyelidikan," tutur Nasriadi.

Dugaan antara dua hal tersebut semakin kuat, lantaran beberapa waktu setelah penyerangan terjadi, area lapak yang kemarin dibongkar, dibakar oleh orang tak dikenal.

"Kita masih lakukan proses penyelidikan apakah ini sengaja dibakar sebagai wujud perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa yang kita lakukan, penggerebekan, penangkapan, dan sebagainya atau memang terbakar," kata Nasriadi.