NADIKABAR.COM — Peringatan keliru pembajakan memicu operasi keamanan berskala besar di Bandara Nuremberg, Jerman, Selasa (13/10) waktu setempat.
Bahkan, sebuah jet tempur diterjunkan untuk mengawal penumpang pesawat yang terbang dari rute Yunani menuju Jerman, sebelum otoritas menyatakan tidak ada ancaman berarti, demikian laporan kantor berita Jerman dpa.
Penerbangan Corendon Airlines dari Pulau Corfu di Yunani menuju Nuremberg mengirimkan kode darurat "7500" yang menandakan kemungkinan pembajakan saat terbang di atas kawasan Eropa Tenggara, demikian dilaporkan dpa mengutip pernyataan pihak kepolisian.
Jet tempur Eurofighter Jerman dikirim untuk mengawal pesawat Boeing 737-800 tersebut hingga ke tujuannya, dengan bandara ditutup sementara dan polisi, termasuk pasukan khusus, serta layanan darurat dikerahkan, menurut kepolisian setempat.
Pihak kepolisian kemudian menyatakan situasi aman, seraya memastikan bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat dalam keadaan selamat, dan tidak ada pembajakan yang terjadi.
Para penyelidik menduga sistem radio yang bermasalah menjadi penyebab peringatan tersebut, karena pengatur lalu lintas udara tidak dapat menghubungi para pilot setelah kode darurat itu dikirimkan. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Sebelumnya pada Selasa (13/10), operasional penerbangan di Bandara Nuremberg juga sempat terganggu akibat dugaan penampakan drone, sehingga dua pesawat yang akan mendarat terpaksa dialihkan. Polisi menyatakan tidak ada hubungan yang jelas antara kedua insiden tersebut.