Selain fragmentasi yang menjadi ciri khas peringatan yang menjadi agenda tahunan itu, ada pula upacara, pertunjukan lagu perjuangan, dan pembacaan cukilan sejarah Pertempuran 5 Hari di Semarang.

Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang ditutup dengan harmoni musik dan pertunjukan kembang api.

Turut hadir, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Semarang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Serta, keluarga para pejuang Pertempuran 5 Hari di Semarang, seperti keluarga KRMT Wongsonegoro, keluarga Bambang Suprapto, dan keluarga dr Kariadi.

Selama kegiatan peringatan berlangsung, arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda juga ditutup, dan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.