Pengendara juga menyalakan lampu kendaraan demi bisa menambah jangkauan penglihatan serta bisa dideteksi pengendara lain dari depan dan belakang. Walaupun menggunakan helm dan masker, kabut asap tetap tembus dan terhirup serta membuat mata perih.

Salah satu pengendara bernama Rian mengatakan asap tebal itu terjadi sekitar pukul 07.25 Wita. Menurutnya, situasi tersebut sangat membahayakan, terlbih jika pengendara tidak fokus saat menyetir.

"Ini asapnya tebal sekali. Sangat mengganggu pernafasan dan jarak pandang sangat terbatas, ini apabila tidak hati-hati bisa membahayakan pengendara," kata Rian, detikKalimantan, Selasa (13/10/2026).