Para peserta merupakan UMK binaan Pertamina di wilayah Lombok, termasuk penerima manfaat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok dan Integrated Terminal (IT) Ampenan.
Produk yang dipasarkan mencakup makanan dan minuman, kerajinan tangan, produk kecantikan dan perawatan diri, serta layanan refleksi melalui Reflexy Corner yang dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini.
Lokasi bazar yang strategis di kawasan sirkuit internasional tersebut menarik perhatian penonton balap, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara yang berkunjung selama perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Salah satu pelaku UMK binaan, Didik Wahyudi, pemilik KabaRBaik Coffee, mengatakan kesempatan berjualan di kawasan sirkuit memberikan pengalaman baru karena produknya dapat menjangkau konsumen dari berbagai negara.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Berjualan di dekat tribun Grandstand A Mandalika memberikan pengalaman luar biasa bagi kami, karena produk kami bisa dilihat dan dibeli oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Omzet yang kami dapatkan selama tiga hari ini jauh melampaui ekspektasi," katanya.