Selain sektor pertanian, pengembangan kawasan Uma Palak Lestari membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan wisata, olahraga, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar persawahan.

Menurut Pertamina Patra Niaga, meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut turut memberikan peluang usaha bagi pelaku UMKM, pengelola parkir, dan penyedia layanan lokal lainnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan tambahan tiga unit traktor listrik dan satu unit mesin perontok padi listrik kepada kelompok Uma Palak Lestari untuk mendukung kegiatan pengolahan lahan dan hasil pertanian.

Program Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari juga melibatkan sekitar 35 anggota kelompok usaha bersama yang mengembangkan kegiatan pertanian, pengolahan produk lokal, serta ekowisata.

Secara nasional, pemerintah turut mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui Program PLTS 100 gigawatt-peak (GWp), yang mulai diluncurkan dari Gilimanuk, Bali, pada Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Perseroan berharap kunjungan delegasi ASCOPE dapat menjadi sarana pertukaran pengalaman mengenai pemanfaatan energi bersih dalam mendukung pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.