NADIKABAR.COM — Sebuah pesawat ringan jatuh di negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat (AS), hingga menewaskan enam orang yang ada di dalamnya. Salah satu korban tewas merupakan anak-anak.

Insiden pesawat jatuh ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan ABC News, Kamis (15/10/2026), terjadi di kota Dellona, yang terletak hampir 64,4 kilometer di sebelah barat Madison, ibu kota Wisconsin, pada Selasa (13/10) malam, pukul 21.31 waktu setempat.

Penyebab jatuhnya pesawat ringan ini belum diketahui secara jelas.

Keterangan kantor Sheriff Sauk County menyebutkan bahwa kecelakaan pesawat itu menewaskan lima orang dewasa dan satu anak-anak. Tidak ada korban selamat dalam insiden ini. Namun identitas para korban tewas belum diungkapkan ke publik untuk saat ini.

Dilaporkan bahwa pesawat ringan jenis Piper PA-46 itu sedang dalam penerbangan pulang dari Kenosha menuju ke Menomonie, yang semuanya ada di wilayah Wisconsin, ketika kecelakaan terjadi.

"Berdasarkan hasil pencarian, keenam penumpang pesawat itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian," demikian pernyataan kantor Sheriff Sauk County.

Tidak disebutkan apakah ada kerusakan pada bangunan atau korban luka di darat yang dilaporkan sejauh ini. Menurut otoritas setempat, pesawat itu ditemukan "di area yang dipenuhi pepohonan lebat".

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) dan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) turut membantu penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas setempat.

Kantor Sheriff Sauk County mengatakan bahwa penyelidikan fokus untuk "menentukan situasi seputar kecelakaan tersebut". Dilaporkan juga oleh kantor Sheriff Sauk County bahwa pesawat sempat "melakukan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara di dekat lokasi'.

Penyelidikan, sebut kantor Sheriff Sauk County, juga memeriksa apakah kondisi cuaca di area itu mungkin berperan dalam kecelakaan tersebut.

Berdasarkan informasi awal NTSB, pesawat itu "terbang di ketinggian 24.000 kaki ketika pilot melaporkan adanya pembentukan es dan meminta izin untuk menurunkan ketinggian".

"Otoritas pengatur lalu lintas udara menyetujui permintaan penurunan ketinggian tersebut, lalu pesawat melakukan belokan ke kanan sambil terus menurunkan ketinggian. Kecepatan penurunan ini terus meningkat hingga akhirnya komunikasi dan pelacakan data terputus," sebut NTSB.