Teknik tersebut memungkinkan pengeboran beberapa sumur yang berdekatan dilakukan secara bertahap tanpa harus membongkar dan memasang kembali rig pengeboran. Metode ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan operasi hulu migas.

Dalam pengembangan Sumur GNK-115, perusahaan juga mencatat total 57.288 jam kerja selamat sejak pengeboran dimulai. Pelaksanaan operasi tersebut mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) serta keunggulan operasional.

Sumur GNK-115 merupakan sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang dibor menggunakan teknik batch drilling, Sebelumnya, pada akhir September 2026, PHR Zona 4 berhasil mengembangkan Sumur GNK-114 melalui kombinasi teknik batch drilling dan komplesi ganda.

"Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan," katanya.