"Tantangan kita adalah bagaimana membangun akses. Bersama Pertamina merevitalisasi mobil perpustakaan keliling untuk diciptakan menjadi satu instrumen mengakses bacaan kelautan," papar Adin.

Menurut Adin, kesadaran maritim juga dapat dibangun dengan menghadirkan pengetahuan tentang laut melalui berbagai bahan bacaan yang mudah dijangkau dan dekat dengan keseharian anak-anak.

"Kesadaran maritim itu tidak harus anak kita yang datang ke laut, tapi laut itu sendiri yang datang ke mereka melalui bacaan, komik, dan ragam literatur kelautan," pungkasnya.

Melalui Bahtera LiteraSEA, PIS bersama para mitra mendorong penguatan literasi sebagai salah satu cara memperkenalkan kemaritiman kepada generasi muda. Tidak hanya memperluas akses terhadap bacaan, inisiatif ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap laut, membangun perilaku peduli lingkungan, serta meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.