Menurut dia, Indonesia perlu memiliki lebih banyak petenis dengan kemampuan kompetitif sehingga absennya pemain utama tidak langsung mengurangi kekuatan tim nasional ketika menghadapi multievent.
Lebih lanjut dia menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi Pelti adalah benturan jadwal turnamen profesional Association of Tennis Professionals (ATP) dan Women's Tennis Association (WTA) dengan multievent olahraga.
Kondisi tersebut membuat petenis Indonesia harus mempertimbangkan kepentingan membela negara dan menjaga perjalanan karier profesional mereka, terutama karena persaingan untuk masuk ke dalam kalender kompetisi ATP maupun WTA sangat ketat.