NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan penggunaan uang pajak yang dibayarkan masyarakat untuk mendukung pembangunan di Ibu Kota. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai sektor, mulai dari renovasi sekolah, pengembangan transportasi publik, hingga penanganan banjir.

Hal itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan di hadapan para kontributor pajak Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026). Dia menegaskan pentingnya mempertanggungjawabkan penggunaan pajak yang telah dibayarkan masyarakat kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Awalnya mau memberikan sambutan, sekarang enggak, saya mau berterima kasih dan mempertanggungjawabkan apa yang Bapak Ibu bayar selama ini kepada Pemda DKI Jakarta," kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono menjelaskan salah satu penggunaan dana untuk sektor pendidikan ialah renovasi 19 gedung sekolah di Jakarta. Menurutnya, pembangunan sekolah tersebut dilakukan dengan konsep terintegrasi dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

Dia mencontohkan sekolah yang terintegrasi di kawasan Pekayon dan SMPN 91 Jakarta. Sekolah tersebut memiliki bangunan enam lantai, lapangan sepak bola dengan rumput sintetis, lapangan basket, lapangan voli, hingga fasilitas olahraga dalam ruangan. Sekolah itu juga dilengkapi lift, perpustakaan, dan kantin yang representatif.

"Betul-betul gambaran dari sekolah yang modern. Bahkan ada lift-nya. Ada perpustakaannya. Ada kantin yang sangat representatif. Dan itulah yang menurut saya menjadi hal bagian dari pertanggungjawaban ketika Bapak Ibu saudara-saudara sekalian membayar pajak, pajaknya kami gunakan untuk ini," ujarnya.

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga menggunakan anggaran untuk mendukung program pendidikan. Termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Dia menyebut penerima KJP saat ini mencapai 707 ribu siswa. Sementara itu, program KJMU yang sebelumnya hanya mencakup jenjang S1 kini diperluas hingga jenjang S2 dan S3.

Pramono juga menyampaikan rencana Pemprov DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa seperti LPDP mulai tahun depan. Program itu diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.

Di sektor transportasi, Pramono menyinggung pengembangan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Dia mengatakan perpanjangan rute tersebut membuat layanan LRT lebih bermanfaat untuk mendukung mobilitas warga dan mengurai kemacetan.

Menurut Pramono, jumlah penumpang LRT Jakarta saat ini telah melampaui 15 ribu orang per hari. Pemprov DKI menargetkan jumlah penumpang nantinya bisa mencapai 80 ribu orang per hari.

Pemprov DKI juga melanjutkan pembangunan LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Di kawasan tersebut, pemerintah berencana membangun pedestrian deck untuk mengintegrasikan sejumlah moda transportasi.

"Di Dukuh Atas akan ada pedestrian deck yang menyambungkan enam moda di Dukuh Atas yaitu MRT, LRT, KRL, Transjakarta, Transjabodetabek, Mikrotrans, Kereta Bandara," jelasnya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI terus melakukan upaya penanganan banjir melalui normalisasi sejumlah sungai, di antaranya Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama. Pembangunan embung dan waduk di sejumlah wilayah juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

"Karena saya meyakini bahwa kalau sungai-sungai ini kita lakukan normalisasi, kurang lebih 8% banjir itu bisa dikurangi. Termasuk embung-embung, waduk-waduk yang kita buat di berbagai daerah yang ada," tuturnya.

Pramono menegaskan pengelolaan pajak harus dilakukan secara transparan. Dia mengatakan kepercayaan menjadi salah satu kunci untuk mendorong pembangunan di Jakarta.

"Karena saya yakin dengan demikian itulah yang akan membuat orang untuk percaya dengan Balai Kota kembali," imbuhnya.