NADIKABAR.COM — Produk kecantikan Indonesia MS Gow memperluas pasar ke Malaysia yang dinilai memiliki kedekatan budaya dan karakteristik konsumen dengan Indonesia melalui kerja sama distribusi dengan Kara Marketing Malaysia (KMM) Sdn Bhd.

Pendiri MS Glow, Gilang Widya Pramana, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memasarkan produk secara resmi dan menjangkau konsumen lebih luas.

“Malaysia dipilih karena pasar Muslim. Produk kita 100 persen halal. Selain itu, ada kesamaan budaya, rumpun, dan jenis kulit,” ujar Gilang di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan perusahaan telah menyiapkan strategi pemasaran dan promosi untuk memperkenalkan merek kepada konsumen Malaysia. Tantangan pada tahap awal, menurut Gilang, adalah membangun pengenalan merek di pasar setempat.

“Tantangannya adalah bagaimana memperkenalkan brand di awal. Strategi marketing dan sales promotion sudah kita siapkan,” ujarnya.

Gilang menyebut persiapan perizinan dan dokumen untuk pasar Malaysia telah dilakukan selama sekitar dua tahun. Ia menegaskan produk tidak akan dipasarkan secara resmi sebelum memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kita tidak berani berinvestasi, menjual, atau memasarkan produk tanpa izin,” tambahnya.

Menurut Gilang, produk ini sebelumnya telah dibawa masuk ke Malaysia oleh konsumen secara perorangan. Perusahaan kemudian menggandeng KMM agar distribusi dapat dilakukan secara resmi dan menjangkau pasar lebih luas.

“Daripada produk ini menjadi produk yang tidak resmi, kita menggandeng KMM agar bisa disalurkan secara resmi dan merata,” ujarnya.

Direktur KMM Sdn Bhd Susanto Lee mengatakan persiapan kerja sama mencakup perizinan, kualitas, kemasan, dan aspek pemasaran. Ia menilai kedekatan Indonesia dan Malaysia dapat menjadi peluang bagi produk kecantikan Indonesia untuk berkembang di pasar setempat.

“Indonesia dan Malaysia merupakan satu rumpun, baik dari sisi sosial maupun budaya,” ujar Susanto.

Produk kecantikan ini direncanakan dipasarkan melalui jaringan distribusi, ritel kecantikan, dan perdagangan elektronik. Gilang mengatakan perusahaan akan fokus memperkuat pasar Malaysia sebelum mempertimbangkan ekspansi ke negara lain.

“Kita mau matangkan dan besarkan dulu di Malaysia. Setelah itu, baru melihat ekspansi ke negara-negara berikutnya,” ujarnya.