Menurut Rano, upaya tersebut dapat diperkuat melalui penerapan konsep GLAM (Galeri, Perpustakaan, Arsip, dan Museum). Kolaborasi dengan galeri seni dan museum di Jakarta perlu terus didorong dengan memadukan arsip sejarah bersama pameran dan karya visual.

β€œDengan demikian, sejarah kota tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dinikmati dan dipelajari masyarakat melalui ruang publik yang edukatif dan interaktif,” kata dia.

Adapun Festival Pustakarsa 2026 menghadirkan pameran 12 naskah kuno yang telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 2025.