Jean tak masalah dengan aturan itu. Namun, dia meminta manajemen arus naik dan turun penumpang diperbaiki untuk mencegah antrean panjang.

"Menurut saya kebijakan dari Staisun Duri juga mengutamakan bahwa berdiri itu diam merupakan langkah yang tepat asalkan disertai dengan pengelolaan kepadatan penumpang itu sendiri," ujarnya.

Anker lainnya, Dita (29), mengaku kurang setuju dengan aturan baru tersebut. Dia khawatir penumpang transit harus antre lebih lama untuk naik eskalator di Stasiun Duri, padahal harus mengejar kereta ke arah lain.

"Kalau misal kayak dua-duanya untuk diam, ya itu sih bakalan numpuk banget yang pertama. Terus kayak kita buat yang buru-buru mengejar kereta berikutnya tuh jadi kayak ketinggalan, gitu. Karena kayak kereta kan nunggunya juga cuma sebentar kan, kayak apalagi ini kan transit. Transit tuh kita harus buru-buru juga buat mengejar kereta. Terus kayak di tangga sana juga kan numpuk juga kan," ujar Dita.