Indonesia, lanjutnya, menyambut positif kemajuan ekonomi Afrika yang diperkirakan tumbuh 4,4 persen pada 2025, dengan 22 negara mencatat pertumbuhan di atas 5 persen. Capaian tersebut mencerminkan ketahanan dan potensi besar Afrika dalam mewujudkan Agenda 2063, yaitu visi menuju benua yang makmur, terintegrasi, dan damai.
Namun, Indonesia menilai bahwa kemajuan tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari tingginya biaya pinjaman, terbatasnya akses pembiayaan pembangunan, hingga belum optimalnya manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya alam Afrika.
Untuk menjawab tantangan perekonomian Afrika tersebut, Umar menekankan tiga prioritas yakni pertama: memperkuat kedaulatan ekonomi melalui penciptaan nilai tambah sumber daya nasional, sebagaimana pengalaman hilirisasi Indonesia.
Prioritas kedua disebutnya menempatkan investasi sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui kerja sama pendidikan dan pelatihan pertanian dengan negara-negara Afrika.