"Sebagai dampak hasil dari MoU yang tahun lalu, berbagai perusahaan Indonesia sudah mulai datang ke Kamerun. Dan yang paling besar adalah membangun pabrik tepung tapioka dan biogas di Kamerun, yang akan menggunakan keahlian Indonesia, menggunakan bahan dari Indonesia, menggunakan SDM dari Indonesia," ujarnya.
Agung menjelaskan bahan tepung tapioka, singkong, merupakan makanan harian di Kamerun. Agung mengungkap Kamerun mengajak RI bekerja sama mengolah singkong menjadi tepung tapioka.
"Di Kamerun, singkong menjadi makanan harian mereka, tetapi mereka mengusulkan kerja sama dengan Indonesia supaya terjadi transfer of knowledge and technology, sehingga Kamerun akan memiliki kapasitas untuk memproduksi bagaimana singkong diubah, ditransformasikan menjadi tapioka atau starch, atau menjadi tepung gitu ya, yang kemudian bisa dipakai untuk bahan roti," katanya.