Agung menuturkan pengembangan pabrik pengolahan singkong di Kamerun tersebut akan menggunakan bahan, keahlian, serta sumber daya manusia (SDM) dari Indonesia.
Dia optimistis kerja sama tersebut merupakan kesepakatan saling menguntungkan bagi para pelaku usaha kedua negara; yakni pengusaha Indonesia dapat berinvestasi di negara Afrika tersebut, sedangkan produsen singkong di Kamerun dapat meningkatkan produksi mereka untuk tujuan ekspor.
Agung sudah bertemu dengan menteri perekonomian Kamerun untuk membahas mengenai pengembangan proyek pengolahan singkong tersebut. Pemerintah Kamerun pun menyanggupi untuk menyediakan 4.000 hektar lahan bagi proyek tersebut, katanya.
Dukungan Pemerintah Kamerun terhadap proyek tersebut juga sangat besar. Menteri perekonomian Kamerun bahkan meminta pihak Indonesia untuk tidak sungkan menyampaikan jika terjadi kendala.