Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia secara terbuka mengundang Serbia untuk berkolaborasi dalam eksplorasi mineral dan hilirisasi rantai pasok kendaraan listrik.

Selain itu, Indonesia juga menyampaikan visi strategis untuk menjadi bagian dari ekosistem kecerdasan buatan (AI) global, termasuk pengembangan pusat data serta rantai pasok chip dan semikonduktor.

Di sektor perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat tren positif dengan kenaikan rata-rata nilai perdagangan bilateral sebesar 20,62 persen dalam lima tahun terakhir (2021-2025) yang mencapai angka 53,6 juta dolar AS pada 2025.

Saat ini, nilai investasi Indonesia di Serbia tercatat sebesar 20,5 juta euro di sektor produksi mi instan dan jamur olahan, sementara investasi Serbia di Indonesia hingga semester pertama di 2026 telah mendekati angka 1 juta dolar AS.