NADIKABAR.COM — Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Pembalap Yamaha itu mengakui reaksinya tidak pantas. Tapi ia juga mengecam ancaman dan hinaan yang diterimanya di media sosial setelah insiden tersebut.
Insiden itu terjadi pada Jumat (9/10), ketika Rins terjatuh dalam sesi latihan bebas dengan waktu tersisa sekitar dua menit. Setelah kecelakaan tersebut, ia berusaha kembali ke pit menggunakan skuter.
Menurut laporan GPOne, seorang marshal sempat mempersilakan Rins naik skuter. Namun, dua marshal lainnya mencegahnya. Situasi itu memicu reaksi Rins yang kemudian terekam kamera seorang penggemar sedang mengacungkan jari tengah ke arah para petugas lintasan.
Aksi tersebut menuai kritik di media sosial. Rins lalu menyampaikan permintaan maaf pada Sabtu, sekaligus mengungkapkan bahwa dirinya menerima komentar bernada ancaman.
Rins mengakui reaksinya saat kejadian tidak pantas. Ia juga menegaskan tetap menghormati para marshal dan pekerjaan mereka.
"Saya ingin menjelaskan apa yang terjadi kemarin setelah kecelakaan saya. Ada kesalahpahaman dengan seorang marshal saat saya mencoba kembali ke pit. Itu adalah momen yang menegangkan dan saya bereaksi dengan cara yang tidak seharusnya. Saya meminta maaf atas tindakan saya. Itu tidak benar, terutama karena saya tahu ada penggemar muda yang menyaksikan kami," tulis Rins seperti dilansir Motosan.
"Saya sangat menghormati para marshal dan pekerjaan mereka," lanjutnya.
Meski mengakui kesalahannya, Rins menilai ancaman yang diterimanya di media sosial tidak bisa dibenarkan. Ia menyebut sejumlah komentar bahkan memuat referensi tentang kematian dan kekerasan.
"Namun, saya juga menerima komentar yang sangat ofensif, termasuk yang merujuk pada kematian dan kekerasan. Saya memahami kemarahan yang muncul akibat reaksi saya, tetapi ancaman dan hinaan tidak boleh dianggap dapat diterima. Kita semua bisa melakukan kesalahan, dan saya bertanggung jawab atas kesalahan saya," tegasnya.
Setelah balapan, Rins kembali ditanya mengenai insiden tersebut. Ia memilih mengakhiri pembahasan dan mengalihkan perhatian ke hal lain.
"Itu menjadi kekacauan besar. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya sudah meminta maaf. Situasinya benar-benar ekstrem, tetapi sudahlah, lanjut ke hal berikutnya. Tidak perlu membuang waktu untuk masalah ini," kata Rins, menurut pernyataan yang dikumpulkan Manuel Pecino.