NADIKABAR.COM — Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim meminta PT Pertamina (Persero) mengevaluasi sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan kinerja manajemen menyusul antrean BBM di Bali.

“Saya sudah berulang kali mengingatkan soal ini. Jangan sampai peringatan DPR hanya didengar, tetapi tidak dijadikan dasar perbaikan,” kata Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia menilai antrean BBM di Bali berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat hingga wisatawan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi reputasi pariwisata Indonesia.