NADIKABAR.COM — Rumah Sakit Bunda Jakarta menghadirkan layanan endometriosis dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keahlian dalam menangani nyeri haid yang sangat berat pada wanita hingga mengganggu aktivitas
“Kolaborasi ini memungkinkan kondisi pasien dievaluasi dari berbagai aspek sehingga rencana tata laksana dapat disusun secara lebih terintegrasi sesuai dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien,” kata Direktur Utama Bunda Medik Healthcare System (BMHS) dr Agus Heru Darjono di Jakarta, Rabu.
Layanan ini melibatkan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Bunda Jakarta dr Kanadi Sumapraja, dan dr Sita Ayu Arumi bersama tim lintas bidang yang mencakup obstetri dan ginekologi, radiologi, pain intervention, gizi, digestif, urologi, dan fertilitas.
Penanganan endometriosis diawali dengan pemeriksaan oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, meliputi keluhan pasien, riwayat menstruasi, nyeri, rencana kehamilan, serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan USG ginekologi dan bila dibutuhkan, MRI pelvis dapat membantu memetakan lokasi dan luas penyakit.
“Hasil pemeriksaan menjadi dasar penyusunan rencana tata laksana yang disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing pasien,” katanya.
Sementara itu dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Bunda Jakarta dr Kanadi Sumapraja Sp.OG., Subsp.FER.,M.Sc mengatakan nyeri panggul yang berulang, nyeri saat berhubungan seksual, atau keluhan saat buang air besar maupun buang air kecil saat menstruasi merupakan beberapa gejala yang dapat dialami oleh pasien dengan endometriosis.
Ia menambahkan pada sebagian perempuan, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan kesulitan untuk hamil dan gejalanya dapat berbeda pada setiap pasien.
Karena itu, diperlukan evaluasi yang menyeluruh untuk memahami kondisi masing-masing pasien dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya.
Sementara dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG, M.Sc. (Humrepro), FESICOG, MIGS mengatakan bagi pasien yang sedang merencanakan kehamilan, aspek fertilitas juga menjadi bagian penting yang perlu dibicarakan sejak awal.
Tim fertilitas dapat membantu menilai kondisi reproduksi dan menyusun pilihan penanganan yang sejalan dengan tujuan pasien.
“Setiap pasien memiliki kondisi dan tujuan yang berbeda, termasuk dalam hal rencana kehamilan. Karena itu, pilihan penanganan perlu dibicarakan bersama pasien dengan mempertimbangkan gejala, hasil pemeriksaan, kondisi reproduksi, serta tujuan yang ingin dicapai,” kata dia.
Chief Operating Officer One Menteng, dr. Elizabeth, M.H.Kes mengatakan endometriosis membutuhkan penanganan yang dapat mengikuti kompleksitas dan kebutuhan setiap pasien.
Melalui kolaborasi lintas keahlian, RS Bunda Jakarta terus memperkuat layanan yang terintegrasi agar pasien dapat memperoleh akses terhadap berbagai bidang keahlian dalam satu rangkaian penanganan yang terkoordinasi.
Ia mengatakan pengembangan layanan endometriosis bukan hanya tentang menghadirkan keahlian medis, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan pengalaman perawatan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem layanan kesehatan yang mengutamakan kolaborasi antar spesialis, kesinambungan perawatan, serta kebutuhan dan tujuan pasien sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan,” katanya.