Kementerian tersebut mengatakan tim tanggap darurat telah merespons insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, serta memastikan tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa.

Kejadian ini menyebabkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik sebesar 1,89 dolar AS, atau 2,06 persen, menjadi 93,74 dolar AS per barel di bursa New York Mercantile Exchange, sebagaimana laporan Xinhua.

Adapun minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 1,93 dolar AS, atau 1,84 persen, menjadi 106,65 dolar AS per barel di bursa London ICE Futures Exchange.

Namun, rupiah disebut memperoleh dukungan koreksi indeks dolar AS dan yield UST yang tertekan pernyataan dovish pejabat The Fed John C. Williams.