NADIKABAR.COM — Ganda putri Indonesia Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum ungkap strategi yang salah menjadi faktor kekalahan dari ganda India Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela dalam pertandingan 16 besar Denmark Open 2026 di SJF Arena, Odense, Denmark, Kamis.
"Kami memulai pertandingan dengan baik. Kami bermain sudah enak. Tapi saat mereka ganti tempo permainan, kami kurang siap. Kami cukup kaget," ungkap Rachel dikutip dari PBSI tentang kekalahan dalam dua gim langsung 16-21 dan 17-21 itu.
Rachel mengakui kesulitan membendung pola serangan yang dilancarkan Jolly karena arah pukulan tidak dapat diketahui.
Secara terpisah, Febi menyatakan pada gim kedua, ganda Merah Putih itu dibuat mati kutu setelah strategi yang coba diubah justru tidak dapat mengubah permainan.
"Dalam gim kedua, kami coba memperlambat tempo, coba bermain rally-rally, tapi lawan juga sudah siap. Semua bola kami sudah dibaca mereka," kata Febi yang menjadi unggulan kelima dalam turnamen tersebut.
Terhenti dalam turnamen BWF Super 750, Rachel/Febi akan mengevaluasi cara beradaptasi agar jauh lebih cepat membaca pola permainan lawan.
"Ketika lawan mengubah pola, kami juga harus cepat mengubah rencana. Jangan sudah hilang beberapa poin baru sadar," kata Rachel.