NADIKABAR.COM — Samsung Electronics Co. memperkenalkan strategi teknologi memori dan penyimpanan generasi berikutnya yang bertujuan meningkatkan kinerja infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Dikutip Yonhap, Selasa (13/10) waktu setempat, produsen cip asal Korea Selatan itu memaparkan strategi tersebut dalam OCP Global Summit 2026, yang dibuka pada Senin (12/10) waktu setempat di San Francisco, Amerika Serikat.
Samsung menguraikan tiga arah utama pengembangan teknologi untuk meningkatkan kinerja infrastruktur AI, yakni memori berkinerja tinggi, teknologi ekspansi memori berbasis Compute Express Link (CXL), serta solusi penyimpanan dan pengelolaan data menggunakan solid-state drive (SSD) generasi berikutnya.
Wakil Presiden Korporat sekaligus Kepala Tim Rekayasa Aplikasi Samsung Shim Ho-jun menyampaikan presentasi dalam acara tersebut, menurut perusahaan.
Shim menjelaskan seiring semakin besarnya model AI serta meningkatnya volume data dan kebutuhan key-value (KV) cache untuk proses inferensi, peningkatan kapasitas memori dan teknologi penyimpanan data menjadi semakin penting untuk meningkatkan kinerja sistem AI, selain bandwidth memori.
Dia menambahkan bahwa Samsung memperluas upaya perancangan bersama (co-design) dan validasi teknis dengan pelanggan serta mitra global sejak tahap awal pengembangan untuk mengoptimalkan keseluruhan sistem AI.
Samsung juga berencana mendemonstrasikan solusi ekspansi memori berbasis CXL bersama Advanced Micro Devices Inc. (AMD) dalam acara tersebut.
Solusi itu diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan kapasitas memori pada sistem yang ada.
Penerjemah: Fathur Rochman