Tubuh kita memerlukan zat besi untuk membantu pertumbuhan dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Namun, kadarnya juga tetap perlu dijaga agar tidak terlalu tinggi maupun rendah.
Donor darah secara rutin mampu mengurangi kadar zat besi dalam tubuh. Dalam satu kali donor, sekitar seperempat zat besi ikut keluar bersama darah yang diambil.
Donor darah mampu membuang zat beracun dari tubuh, salah satunya adalah zat PFAS. Zat ini biasanya ditemukan pada beberapa produk industri dan kebutuhan sehari-hari.
Paparan zat PFAS dalam jangka panjang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian menemukan bahwa orang yang aktif mendonorkan darahnya selama satu tahun memiliki kadar PFAS yang lebih rendah.
Donor darah tidak memerlukan waktu yang lama ataupun proses yang rumit, tetapi manfaatnya bisa sangat berharga bagi orang lain.
WHO menjelaskan bahwa peralatan yang digunakan untuk mendonor sudah dirancang agar tetap aman selama proses berlangsung.
Darah yang terkumpul akan dipisahkan menjadi sel darah merah, trombosit, dan plasma. Masing-masing dari komponen tersebut akan digunakan untuk membantu pasien sesuai kebutuhannya.