Berdasarkan informasi awal, luas lahan yang terbakar di Kelurahan Sidodadi, Samarinda, Selasa (13/10), diperkirakan mencapai 700 meter persegi. Informasi mengenai kebakaran dan adanya korban diterima sekitar pukul 13.50 WITA.
"Kami melihat kobaran api mendadak membesar dan berubah arah secara cepat akibat hembusan angin kencang di lokasi lahan," kata Rusli, saksi mata.
Rusli menuturkan korban yang berada di posisi atas perbukitan tidak sempat menyelamatkan diri saat kobaran api mengepung seluruh area seketika.
Kepulan asap pekat membubung tinggi menyebabkan korban mengalami sesak napas berat hingga pingsan dan terpanggang kobaran api karhutla.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama aparat keamanan berkomitmen memperketat patroli pengawasan wilayah rawan guna mencegah terulangnya insiden korban jiwa akibat karhutla.